Mengupas Nilai Budaya yang Terkandung dalam Alur Cerita Wayang Golek Kumbakarna Gugur
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita wayang golek Kumbakarna Gugur. Cerita tersebut merupakan salah satu lakon yang bersumber dari epos Ramayana, serta berkembang dalam seni pertunjukan wayang golek di Jawa Barat. Dalam cerita ini tokoh Kumbakarna digambarkan sebagai sosok ksatria yang memiliki sikap patriotisme, kesetiaan, dan pengorbanan terhadap negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi terhadap pertunjukan wayang golek. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi dan menafsirkan unsur-unsur cerita yang mengandung nilai budaya berdasarkan konsep nilai budaya menurut Koentjaraningrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita wayang Kumbakarna Gugur mmengandung beberapa nilai budaya, antara lain kepahlawanan, kesetiaan, tanggung jawab moral, keberanian, serta pengorbanan demi kepentingan bersama. Nilai-nilai tersebut mencerminkan pandangan hidup masyarakat yang menjunjung tinggi kehormatan, loyalitas, dan etika kepemimpinan. Dengan demikian, cerita wayang Kumbakarna Gugur tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai budaya dan pendidikan moral bagi masyarakat.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Cahya, C. (2018). Menyoal tentang daya ekspresi garap pertunjukan seorang dalang dalam upaya membangun komunikasi estetik pada pertunjukan wayang golek. Jurnal Budaya Etnika, 2(2), 37–54.
Dian Records Official. (2024, Juli 26). Giri Harja III - Wayang Golek - Kumbakarna Gugur - Asep Sunandar [Video YouTube]. YouTube. youtube.com.
Falah, A. M., & Nurjanah, S. (2023). "Nilai Pendidikan Seni pada Pertunjukan Wayang Golek Giri Harja Kabupaten Bandung". ATRAT: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 166-174.
Jatinurcahyo, E. & Yulianto. (2021) "Menelusuri Nilai Budaya yang Terkandung dalam Pertunjukan Wayang". Khasanah Ilmu: Jurnal Pariwisata dan Budaya, 12(2), p. 159.
Koentjaraningrat. (1985) Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan, Jakarta: Penerbit PT Gramedia.
Liliweri. (2015) Pengantar Studi Kebudayaan, Bandung: Penerbit Nusa Media.
Maulana, M. R. (2025). Ambivalence and Symbolic Dualism in the Character of Kumbakarna in the Wayang Golek Lakon “Kumbakarna Gugur”: A Narrative Analysis. Wacana: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 9(1), 1-13.
Permana, Y. (2017) "Karakter dalam Cerita Wayang Kumbakarna Gugur". PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya, 2(1).
Rifa'i, Abubakar. (2021) Pengantar Metodologi Penelitian, Yogyakarta: SUKA-Press UIN Sunan Kalijaga.
Rohmah, F., Cahyana, A., & Falah, A. M. (2021). Pengaruh perubahan masyarakat pada perkembangan rupa wayang golek Sunda. ATRAT: Jurnal Seni Rupa, 9(2), 54–63.
Sabunga, Barnas., Budiman, Syahdasim, & Sauri, Sofyan. (2016) "Nilai-nilai Karakter dalam Pertunjukan Wayang Golek Purwa," Jurnal Sosioreligi, 14(1).
Sadono, S., Nugroho, C., & Nasionalita, K. (2018). Pewarisan kesenian wayang golek di Jawa Barat. Jurnal Rupa, 3(2), 150–163.
Salmun, M.A. (1961) Padalangan, Djakarta: Dinas Penerbitan Balai Pustaka.
Sauky, M.A. jeung Bukhori, B. (2021) "Makna Sosial dalam Nilai-nilai Budaya Sunda pada Lakon Wayang Golek Ki dalang Wisnu Sunarya", TEMALI: Jurnal Pembangunan Sosial, 4(2), pp. 155-167. https://doi.org/10.15575/jt.v4i2.12722.
Soepandi, Atiek. (2011) Tetekon Padalangan Sunda, Bandung: Balai Pustaka.
Wijaya, F. R., Lubis, F. A. R., Siregar, M. N. S., & Batubara, A. A. F. (2025). "Sumber Data, Subjek Penelitian, dan Isu Terkait". Edukatif, 3(2), 271-276.
Walfajri, N. A. (2024). Pengantar psikologi sastra. CV. Literasi Nusantara Abadi.
Refbacks
- There are currently no refbacks.