Kontruksi Identitas dan Konflik Psikologis Tokoh Utama Perempuan dalam Novelet Radjetna Haté Awéwé Karya Ermas

Rani Rahmawati, Retty Isnendes, Dedi Koswara, Sariah Sariah

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis konstruksi identitas serta konflik psikologis tokoh utama perempuan dalam novelet Radjetna Haté Awéwé karya Ermas.  Mengungkap bagaimana identitas tokoh utama perempuan dikonstruksi melalui pengalaman hidup, relasi sosial, serta nilai-nilai budaya yang melingkupinya, sekaligus mengidentifikasi bentuk-bentuk konflik psikologis yang dialaminya meliputi id, ego, dan superego. Hasil dari konstruksi identitas tokoh utama perempuan dibentuk melalui interaksi antara pengalaman personal, relasi keluarga, dan tuntutan sosial-budaya yang berkembang dalam lingkungan kehidupannya. Konflik psikologis yang dialami tokoh meliputi konflik batin antara keinginan pribadi dan tuntutan sosial, pertentangan antara harapan dan realitas, serta pergulatan emosional yang ditandai oleh perasaan ragu, cemas, kecewa, dan dilema dalam mengambil keputusan.

Keywords

Sastra; novelet; psikologi sastra; struktural

Full Text:

PDF

References

Alaslan, A. (2021). Metode penelitian kualitatif. PT RajaGrafindo Persada.

Damono, S. D. (2011). Pengarang, karya sastra dan pembaca. Lingua: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 1(1), 22–37.

Ibrahim, I., Badara, A., Sofian, N. I., & Mega, W. O. (2026). Dinamika id, ego, dan superego tokoh Adam dalam novel Mimpi Ayahku karya Evald Flisar: Kajian psikoanalisis sastra. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 11(3), 1381–1388.

Isnendes, C. R. (2010). Teori sastra. CV. Wahana Karya Grafika.

Jahar, A. S. (2010). Menatap wajah Islam dari jendela Sunda. Dalam Annual Conference on Islamic Studies (hlm. 1–4).

Koswara, D. (2010). Sastra Sunda modern. CV. Wahana Karya Grafika.

Minderop, A. (2010). Psikologi sastra. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Octaviyanda, S., & Adhari, A. (2025). Perbandingan delik perzinahan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 dengan KUHP. Jurnal Tana Mana, 6, 394.

Pilendia, D. (2020). Pemanfaatan Adobe Flash sebagai dasar pengembangan bahan ajar fisika: Studi literatur. Jurnal Tunas Pendidikan, 2(2), 1–10. https://doi.org/10.52060/pgsd.v2i2.255

Purnamasari, A., Hudiyono, Y., & Rijal, S. (2017). Analisis sosiologi sastra dalam novel Bekisar Merah karya Ahmad Tohari. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 1(2), 140–150.

Romli, H., & Subekti, R. (2024). Tindak pidana perzinahan di Indonesia dari perspektif sosiologi hukum. AL-MIKRAJ: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 5(1), 508–522. https://doi.org/10.37680/almikraj.v5i01.5892

Sari, R. H. (2023). Pendekatan psikologi sastra dalam analisa prosa fiksi. Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia.

Suprapto, L., Andayani, & Waluyo, B. (2014). Kajian psikologi sastra dan nilai karakter novel 9 dari Nadira karya Leila S. Chudori. BASASTRA: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya, 2(3).

Tjahyadi, I. (2020). Mengulik kembali pengertian sastra. Academia, 107, 1–7.

Walfajri, N. A. (2024). Pengantar psikologi sastra. CV. Literasi Nusantara Abadi.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.