Alih fonem /eu/ menjadi /e/ dalam naskah Carita Tuwan Kapitein Willem Ijsbrantszoon Bontekoe

Fajar Mohamad Ridwan, Dedi Koswara, Ruhaliah Ruhaliah, Nia Kurnia

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguak karakteristik kebahasaan pada Naskah Carita Tuwan Kapitein Willem Ijsbrantszoon Bontekoe gubahan Raden Kartawinata yang terbit pada tahun 1874 yang akan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu humaniora, khususnya dalam bidang linguistik historis juga memperkaya khazanah kesusastraan Sunda. Metode yang digunakan merupakan metode deskriptif kualitatif, dengan fokus menggunakan teknik studi pustaka. Sumber data merupakan naskah Carita Tuwan Kapitein Willem Ijsbrantszoon Bontekoe gubahan Raden Kartawinata, dan data berupa kata dari isi naskah tersebut. Data yang dianalisis menggunakan teori kepenulisan aksara Cacarakan dan fonologis kebahasaan Sunda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aksara Cacarakan Sunda masih dipengaruhi aksara carakan Jawa. Hal tersebut mengungkapkan bahwa pengaruh budaya Jawa masih terlihat dalam penulisan aksara cacarakan Sunda

Keywords

cacarakan; fonologis; Kartawinata

Full Text:

PDF

References

Ekadjati, E. S. (1995). Kebudayaan Sunda (suatu pendekatan sejarah). Dunia Pustaka Jaya.

Fauzan, M. I. (2022). Transliterasi jeung ajén budaya dina naskah dua puluh lima rupa maksud salamet (ulikan filologi) [Skripsi tidak diterbitkan, Universitas Pendidikan Indonesia].

Ghasya, D. A. V. (2017). Kajian interferensi kosa kata bahasa Sunda terhadap bahasa Indonesia dalam karangan siswa SDN 1 Sukajaya Kabupaten Bandung Barat. Visipena, 8(2), 254–261. https://doi.org/10.46244/visipena.v8i2.410

Kurnia, A. (2024, 25 April). Jurubasa Sunda Radén Soema di Pradja. Cacandran. https://www.cacandran.com/2024/04/jurubasa-sunda-raden-soema-di-pradja.html

Lezer, L. A., Borst, L., & Verwer, C. G. (1919). De Soendaneesche taalcursus. ’s Lands Depot van Leermiddelen.

Moriyama, M. (2005). Semangat baru: Kolonialisme, budaya cetak, dan kesastraan Sunda abad ke-19. Kepustakaan Populer Gramedia.

Rosyadi, R., Kusumah, S. D., Heryana, A., & Rusnandar, N. (1997). Pelestarian dan usaha pengembangan aksara daerah Sunda. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Ruhaliah. (2012). Pedoman ringkas: Transliterasi, edisi, dan terjemahan: Aksara Sunda kuna, Buda, Cacarakan, dan Pegon. JPBD FPBS UPI.

Ruhaliah. (2018). Wawacan: Sebuah genre sastra Sunda. Dunia Pustaka Jaya.

Sasmita, R. A. (2015). Transliterasi jeung analisis struktural dina naskah Babad Galuh pikeun bahan pangajaran maca carita buhun di SMA kelas XII [Skripsi tidak diterbitkan, Universitas Pendidikan Indonesia].

Setyowati, H. (2019). Moralitas dalam Serat Darajat. JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah Serta Pengajarannya, 1(2), 2–12.

Sudaryat, Y. (1995). Ulikan semantik Sunda: Pangdeudeul pangajaran basa Sunda. CV. Geger Sunten.

Sudaryat, Y. (2013). Tata bahasa Sunda kiwari. Yrama Widya.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Supriadi, R. (2015). Transliterasi jeung ajén kaagamaan dina naskah Wawacan Suluk Panji [Skripsi tidak diterbitkan, Universitas Pendidikan Indonesia].

Uhlenbeck, E. M. (1964). Sundanese. Dalam A critical survey of studies on the languages of Java and Madura (hlm. 9–41). Springer. https://doi.org/10.1007/978-94-011-8790-9_2

Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.