Analisis Bahasa Rupa Seni Lukis Jelekong: Tema Lukisan Wayang Jaya Perbangsa
Abstract
Jelekong painting has a strong traditional heritage, passing down the rich cultural tradition of painting from one generation to the next. This research aims to analyze the visual language of Jelekong paintings with a focus on the theme of wayang, specifically inspired by the wayang story Jaya Perbangsa by painter Iman Budiman. The research method used is a qualitative method with the approach of Primadi Tabrani's Space-Time-Datar visual language theory. The analysis shows that the visual language in the painting can reveal the meaning and storyline through the use of elements such as image (object), size, scale, angle of depiction, and point of view, as well as through the expression system by expressing space, motion, and time, and emphasizing the main object. This research provides an understanding of how Jelekong painting is not only an economically valuable painting but can also communicate stories and cultural values to the community using visual language.
ABSTRAK
Seni lukis Jelekong memiliki warisan tradisi yang kuat, mewariskan kekayaan budaya tradisi melukis dari satu generasi ke generasi berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahasa rupa lukisan Jelekong dengan fokus pada tema wayang, dengan sample objek kajian lukisan yang terinspirasi dari kisah wayang Jaya Perbangsa, karya pelukis Iman Budiman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan teori bahasa rupa Ruang-Waktu-Datar Primadi Tabrani. Analisis ini menunjukkan bahwa bahasa rupa dalam lukisan dapat mengungkapkan makna dan alur cerita melalui penggunaan elemen-elemen seperti wimba, ukuran, skala, sudut penggambaran, dan sudut pandang, serta melalui tata ungkap dengan menyatakan ruang, gerak, dan waktu, serta menekankan objek utama. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman tentang bagaimana seni lukis Jelekong bukan hanya karya lukis yang bernilai ekonomis tetapi juga dapat mengkomunikasikan cerita dan nilai-nilai budaya kepada masyarakat menggunakan bahasa rupa.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi: CV Jejak Publisher.
Budiman, I. Lukisan Jelekong Kisah Wayang Jaya Perbangsa. Wawancara pribadi pada 10 Juli 2023 di Jelekong.
Cahya, C. (2016). Nilai, Makna, dan Simbol dalam Pertunjukan Wayang Golek sebagai Representasi Media Pendidikan Budi Pekerti. Panggung, 26(2), 117-127. DOI: 10.26742/panggung.v26i2.170
Cahyana, A. (2013). Aspek Estetika-Ekonomi Sebagai Pendorong Perkembangan Lukisan Di Desa Jelekong Kabupaten Bandung. ATRAT: Jurnal Seni Rupa, 1(3), 261-270. DOI: http://dx.doi.org/10.26742/atrat.v1i3.394
Creswell, J. W. (2012). Educational Research: Planning, Conducting, and Evaluating Quantitative & Qualitative Research, 4th edition. Boston: Pearson Education, Inc. Boston.
Falah, A. M., & Nurjanah, S. (2023). Nilai Pendidikan Seni pada Pertunjukan Wayang Golek Giri Harja Kabupaten Bandung. ATRAT: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 166-174. DOI: http://dx.doi.org/10.26742/atrat.v11i2.2850
Falah, A. M., Cahyana., A., & Gani, S. Z. (2024). Passing Down Traditions and Culture: Methods of Painting Education at the Jelekong Painting Center, Bandung, Indonesia. ISVS e-journal, 11(2): 91-116. DOI: https://doi.org/10.61275/ISVSej-2024-11-02-07
https://doi.org/10.61275/ISVSej-2024-11-02-07
Gautama, K. (2017). Membedah Karya Erica Hestuwahyuni Melalui Studi Bahasa Rupa. Jurnal Rupa, 2(2), 104-104.
https://doi.org/10.25124/rupa.v2i2.1006
Ismurdiyahwati, I. (2024). Fenomenologi Estetika pada Bahasa Rupa Anak. Dekonstruksi, 10(03), 28-34. DOI: https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v10i03.254
Moleong, L. (2012). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Nurgiyantoro, B. (2011). Wayang dan pengembangan karakter bangsa. Jurnal Pendidikan Karakter, 1(1), 18-34. DOI: https://doi.org/10.21831/jpk.v1i1.1314
Purwita, D. G. (2021). Pengaruh Narasi pada Seni Lukis Tradisi Bali: Studi Bahasa Rupa Lukisan Wayang Kamasan dan I Ketut Gede Singaraja. Humanis Journal of Arts and Humanities, 25(4), 504-616. DOI: https://doi.org/10.24843/JH.2021.v25.i04.p10
Setiono, D. (2013). Struktur Lakon Wayang Gatutkaca Gugur Oleh Ki Cahyo Kuntadi. Skripsi. Semarang: Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang.
Setiawan, N. A. (2014). Strategi Promosi dalam Pengembangan Pariwisata Lokal di Desa Wisata Jelekong. Trikonomika, 13(2), 184-194. DOI: https://doi.org/10.23969/trikonomika.v13i2.613
Sadono, S., Nugroho, C., & Nasionalita, K. (2018). Pewarisan Kesenian Wayang Golek di Jawa Barat. Jurnal Rupa, 3(2), 150-163. DOI: https://doi.org/10.25124/rupa.v3i2.1822
Tabrani, P. (2012). Bahasa Rupa. Edisi 3. Bandung: Kelir.
Tabrani, P. (2018). Prinsip-Prinsip Bahasa Rupa. Jurnal Budaya Nusantara, 1(2), 173-195.
https://doi.org/10.36456/JBN.vol1.no2.1579
Trihanondo, D., & Endriawan, D. (2022). Insan Kreatif: Dedikasi, Mata Pencaharian dan Pengakuan. Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia.
Wahyuni, R. (2023), Bahasa Rupa: Mengenal Teori Bahasa Rupa. Diakses pada 22 Juli 2023, Pukul 20.21 WIB dari https://www.kuliahpagiini.com/2023/04/bahasa-rupa-mengenal-teori-bahasa-rupa.html
Refbacks
- There are currently no refbacks.





