Teknologi dan Estetika: Peran Digitalisasi dalam Pengembangan Desain Motif

Haidarsyah Dwi Albahi

Abstract

In the current digital era, technology has brought signifi cant changes in various aspects of life, including in the fi elds of art and design. This article aims to explain the role of digitalization in developing motif designs, especially in the process of creating 2D motifs inspired by Chrysanthemum fl owers using the Procreate application. In several groups of traditional motif art practitioners, especially batik and weaving MSMEs in several areas in West Java, they still rarely use digital devices. This article uses the Practice-Led Research method with stages: 1) Pre-Design, the process of extracting reference sources and visual form references. 2) Design, the embodiment of visual ideas into the form of main motifs, supporting motifs and complementary motifs. 3) embodiment, visualization of detailed models of motif design paĴerns. 4) Presentation, stages of visualization of motif designs into fashion product design versions. The fi ndings and results are that the collaboration of aesthetics and technology has a role in not only enriching the beauty of motif designs but also creating new opportunities in the art and design industry by creating a harmonious combination of artistic traditions and technological innovation.

AbstrakDi era digital saat ini, teknologi telah membawa perubahan signifi kan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang seni dan desain. Artikel ini bertujuan menguraikan peran digitalisasi dalam pengembangan desain motif khususnya pada proses penciptaan motif 2D dengan inspirasi bunga Krisan melalui aplikasi procreate. Di beberapa kelompok para pelaku seni motif tradisional, khususnya UMKM batik dan tenun di beberapa daerah di Jawa Barat masih jarang menggunakan perangkat digital. Artikel ini menggunakan metode Practice-Led Research dengan tahapan: 1) Pra Perancangan, proses penggalian sumber refrensi serta acuan visual bentuk. 2) Perancangan, perwujudan gagasan visual menjadi bentuk motif utama, motif pendukung, dan motif pelengkap. 3) perwujudan, visualisasi model bentuk paĴern desain motif secara detail. 4) Penyajian, tahapan visualisasi desain motif ke dalam versi desain produk busana. Temuan dan hasil, bahwa kolaborasi estetika dan teknologi memiliki peran tidak hanya memperkaya keindahan desain motif saja tetapi juga menciptakan peluang baru dalam industri seni dan desain dengan terciptanya kombinasi harmonisasi antara tradisi artistik dan inovasi teknologi.

Keywords

Practice-Led Research; technology; digital design; 2D motifs

Full Text:

PDF

References

Ahmadi, A. (2016). Teori & Aneka Kreasi Ornamen Nusantara. Surakarta.

Andiani, Yuli. (2013). Budidaya Bunga Krisan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Asmayanti, Mukhirah, Fadilah. (2020). Aplikasi Desain Digital Dalam Dunia Fashion. Jurnal

Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 5 (1). 61-72.

Felisa, J. (2020). Penerapan Actionscript pada Adobe Photoshop. Media Informatika, 19 (2),

–64.

Giddens, Anthony, (2005). Konsekuensi-Konsekuensi Modernitas. Terj. Nurhadi. Yogyakarta:

Kreasi Wacana.

Gustami, SP. (2007). Butir-Butir Mutiara Estetika Timur, Ide Dasar Penciptaan Seni Kriya Indonesia. Yogyakarta: Prasista.

Hadisurya, I., Pambudy, N.M., Jusuf H. (2011). Kamus Mode Indonesia. Jakarta: PT.Gramedia

Pustaka Utama.

Haidarsyah, (2021). Dinamika Merantau: Perwujudan Kristalisasi Memori Dalam Karya Lukis. Journal of Contemporary Indonesian Art, Volume 7 No.2 - Oktober 2021. 89-98.

---------------. (2021). Kajian Makna Dan Konsep Estetik Pada Ilustrasi Harimau Karya Bodilpunk. Jurnal ARS Seni Rupa dan Desain, Vol 24 No 3 September-Desember 2021, 173-184.

Hendriyana, Husen. (2018). Metodologi Penelitian Penciptaan Karya. Bandung: Sunan Ambu

Press.

---------------. (2015). Dasar-Dasar Teknis Keindahan Visual. Bandung: Sunan Ambu Press.

Isvana Dalaila , Kusrinah, Lianah, (2019). Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology, Vol

, No 2 (2019), 53-58.

Joedawinata, A. (2008). Unsur-Unsur Pemandu Dalam Artefak Traditional. Jurnal Ilmu Desain. Vol. 3 [2]. 57-74.

Kartika, D. S. (2016). Kreasi Artistik Perjumpaan Tradisi Modern dalam Paradigma Kekaryaan Seni.

Citra Sains.

Marianto, M. D. (2015). Art & Levitation: Seni dalam Cakrawala Quantum. Pohon Cahaya.

Masri, Andry. (2010). Strategi Visual: Bermain dengan Formalistik dan Semiotik untuk Menghasilkan Kualitas Visual dalam Desain. Yogyakarta: Jalasutra.

Perangin Angin, D. (2023). Implementation of Weaving Techniques in Products Fashion Men’s

Ready To Wear. International Journal of Art & Design, 7(1), 115-123. Retrieved from

hĴps://myjms.mohe.gov.my/index.php/ijad/arti cle/view/22798.

Susanto, Mikke. (2012). Diksi Rupa Kumpulan Istilah dan Gerakan Seni Rupa. Yogyakarta: Dicti

Art Lab.

Sanyoto, Sadjiman. (2009). Dasar – Dasar Tata Rupa dan Desain. Yogyakarta: CV. Arti Bumi

Intaran.

Suhersono, Heri. (2004). Desain Bordir Motif Flora dan Dekoratif. Jakarta: PT Gramedia Pustaka

Utama.

Sunaryo, A. (2009). Ornamen Nusantara: Kajian Khusus tentang Ornamen Indonesia. Semarang:

Dahara Prize.

Sumardjo, Jakob. (2000). Filsafat Seni. Bandung: ITB.

Troxell, Mary. D., Elaine Stone. (2010). Fashion Merchandising. Gregg Divison, McGraw-Hill,

Madison

Wibowo, Ibnu Teguh. (2015). Belajar Desain Grafi s. Yogyakarta: Notebook.

Wulandari, A. (2011). Batik Nusantara: Makna Filosofi s, Cara Pembuatan, dan Industri Batik. Yogyakarta: ANDI Yogyakarta.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.